Pergaulan

Selamat Tinggal, Pergaulan “Beracun”!

Beberapa orang dalam hidup sering membuat kita suntuk dan tertekan dengan emosi negatif mereka. Bagaimana menghadapinya?

Tetapkan batas

Beberapa orang memiliki isu negatif terhadap banyak hal, termasuk beberapa hal-hal yang menjadi topik favorit mereka—yang akan mereka ulangi terus-menerus. Mulai keluhan soal atasan, rekan kerja, gaji yang tidak naik-naik, mantan pacar dan lain sebagainya. Setelah tahu tentang hal-hal yang tidak ingin kita dengarkan tersebut, jangan ragu untuk mengatakan kepada yang bersangkutan bahwa kita kurang berminat membahas topik-topik tersebut, karena kita berusaha fokus pada hal-hal yang kita anggap positif. Menetapkan batasan juga bisa berarti tidak menginvestasikan energi untuk menjawab telepon atau pesan mereka ketika kita sedang tidak mood.

Persingkat interaksi

Kita memang tidak bisa menyingkirkan begitu saja orang-orang yang kita pikir “beracun” bagi kesehatan mental kita, misalnya anggota keluarga atau rekan kerja di kantor. Yang bisa kita lakukan adalah membatasi waktu interaksi kita dengan mereka, menghindari kegiatan makan siang, tidak terlalu sering mampir ke kubikel mereka atau persingkat interaksi kita dengan mereka. Jangan “menelan” mentah-mentah hal-hal negatif yang mereka ucapkan agar kita tidak “keracunan” berpikir dan bersikap negatif juga.

Jangan menjadi pendengar yang baik

Pendengar yang baik akan mendengarkan, mencerna setiap perkataan baik-baik dan memberikan nasihat atau komentar yang sepadan dengan hal-hal yang diceritakan oleh lawan bicaranya. Sayangnya hal ini tidak bisa kita praktikkan terhadap orang-orang seperti ini. Dengarkan, jangan ambil hati dan segera permisi untuk melakukan hal lain.

Ganti topik

Saat berhubungan dengan si pengeluh yang secara konsisten mengeluhkan satu hal secara terus-menerus, segera ubah topik pembicaraan kita dengannya. Pilih topik yang dapat membuat dia—dan kita tentunya, tersenyum. Misalnya soal rencana outing kantor, stylist rambut favorit di salon langganannya, buku yang sedang difilmkan (yang kebetulan buku favoritnya) dan lain sebagainya.

Tetap positif

Pernah mendengar kalimat, “kill them with kindness”? Well, dengan sikap positif dan kebaikan, orang-orang yang negatif ini mau tidak mau akan mengubah sikapnya—atau tidak akan tahan lama berada di sekitar kita, karena kita tidak mengizinkan mereka menyebarkan racunnya untuk kita telan.

Jangan berusaha mengubah mereka

Hal yang paling membuat frustrasi dalam lingkaran pergaulan ini adalah ketika kita berusaha keras mengubah mereka. Kabar buruknya, kita tidak bisa mengubah orang lain—kecuali mereka memang benar-benar menginginkannya. Jangan biarkan diri kita menjadi marah atau frustrasi ketika hal-hal positif yang kita harapkan dari orang tersebut tidak terjadi. Pahami bahwa orang-orang ini memiliki “riwayat” yang membentuk mereka akhirnya memilih bersikap negatif atau mengeluh sepanjang waktu. Just let it go.